Tau ngak sih, seperti apa model kacamata zaman dulu?... Mungkin
banyak bayangan yang unik terlintas di pikiran teman-teman.
Ketika kacamata pertama kali ditemukan sekitar 1000 tahun
yang lalu di Tiongkok, kacamata itu terbuat dari tempurung kura-kura, disambung
dengan kawat diberi pemberat lalu dikaitkan ketelinga. Lucu bukan?...lucu tapi
unik kan ya..
Penemua kacamata juga dikaitkan dengan kaisar Nero dari Roma.
Ia berkuasa sekitar tahun 54 Masehi. Ia merupakan kaisar yang unik. Ia bahkan
pernah mendandani kudanya dengan pakaian manusia. Suatu saat ketika sang kaisar
pertarungan gladiator, ia terlihat memegang sebuah batu permata cekung dan
berwarna yang digunakannya untuk melihat. Kaisar nero diperkirakan memang
memiliki mata minus dan permata cekung itulah yang membuatnya melihat lebih
jelas.
Di eropa sempat ada anggapan bahwa memakai kacamata
berbahaya. Orang-orang eropa dulu percaya bahwa gangguan penglihatan hanya bisa
diobati dengan salep. Namun, seiring perjalanan waktu, akhirnya kacamata bisa
diterima sebagai alat bantu kesehatan dan digunakan hingga sekarang.
Kacamata pertama yang digunakan oleh orang eropa berupa kaca
pembesar yang dipegang dengan satu tangan. Kemudian lensa kaca ganda yang
diberi gagang diciptakan agar dikaitkan ditelinga saat digunakan . gagangnyapun
sempat dengan pita atau tali yang dikaitkan kekepala. Orang-orang eropa juga pernah menggunakan kacamata per,
semacam kacamata dengan alat sejenis
peniti yang dijepitkan keatas hidung. Lama-kelaman, muncullah ide menggunakan
kawat bengkok yan dikeraskan sebagai gagang yang dipasang ditelinga.
Roger Bacon (1214-1294), seorang filsuf berkebangsaan
inggris, juga dianggap penemu kacamata pertamakali. Tahun 1268 ia menulis
tentang kaca pembesar dan fungsinya untuk memperbaiki penglihatan orang. Tak lama,
sekitar tahun 1300, kacamatapun mulai diproduksi dengan pusat pembuatan di
Venesia.
Sebelumnya, penemuan kacamata juga telah ada dalam peradaban
islam. Terlihat dalam syair puisi karya ibnu al-Hamids (1055 M- 1133 M) yang
menggambarkan tentang kacamata. Ia menjelaskan bagaimana sepotong kaca dapat
membuat benda kelihatan lebih besar.
Sejarah penemuan kacamata juga tercatat di Benua Amerika.
Kita tentu mengenal tokoh Amerika Serikat yang terkenal dengan percobaan
layang-layang diwaktu hujan. Ya benar,
penemu penangkal petir, Benjamin Franklin (17 Januari 1706-17 April 1790).
Sebenarnya Banjamin Franklin juga terkenal sebagai penemu kacamata lensa ganda
(Bifocal), sehingga pemakainya nyaman
untuk melihat jarak jauh ataupun dekat dengan hanya menggunakan satu kacamata.
Penemuannya ini terjadi tahun 1784.
Saat itu Benjamin Franklin sudah tua dan mengalami kesulitan
untuk melihat baik dari jarak dekat maupun jarak jauh. Ia merasa bosan jika
harus beralih antara dua jenis kacamata. Ia kemudian menemukan cara untuk
memiliki kedua jenis lensa dalam satu bingkai. Lensa jauh ditempatkan dibagian
atas dan lensa dekat diempatkan diagian bawah. Penemuannya sangat sederhana,
tetapi bermanfaat.
Banyaknya pihak yang mengklaim tentang penemuan kacamata ,
membuat sejarah penemuan kacamata menjadi sulit dipastikan baik asal maupun
penemunya.
Namun satu hal, dunia mengakui bahwa kacamata merupakan
salah satu penemuan terpenting dalam sejarah kehidupan manusia. Apa jadinya
jika penemuan kacamata tidak pernah ada?kalian yang memiliki gangguan
penglihatan tentu akan mengalami kesulitan untuk melihat objek jarak dekat
maupun jauh.
Penggunaan kacamata dizaman sekarang tidak lagi terbatas
sebagai alat bantu penglihatan. Saat ini, kacamata sudah menjadi salah satu
aksesori, menjadi gaya tersendiri bagi yang menyukainya.
Penemuan lensa kontak oleh dokter mata Jerman Adolf Gaston
Eugen Fick pada tahun 1887 kian mmbantu mengatasi gangguan penglihatan dan
sebagai aksesori kecantikan. Begitu pula operasi lasik kini telah menjadi
alternatif bagi pengguna kacamata.
Ref: Indarpuri. I (2014), Siapa penemunya?: kumpulan sejarah penemuan penting


Tidak ada komentar:
Posting Komentar