Pada zaman dahulu, di Armenia, ada
seorang bangsawan yang sangat kaya raya. Ia mempunyai kuda yang sangat banyak.
Namun sayangnya, bangsawan itu tidak mau memberikan kuda kepada putranya. Bahkan
ketika putranya itu meminta sendiri.
“Aku sekarang sudah besar, ayah. Sudah
saatnya ayah memberikan kepadaku seekor kuda,”putra bangsawan itu membujuk
ayahnya.
“Aku medapatkan semua kekayaan
termasuk kuda-kuda ini dengan kerja keras. Jadi, aku tidak akan memberikan kuda
ini begitu saja kepadamu,” jawaban bangsawan itu tentu saja mengejutkan
putranya.
“Tapi, aku adalah putramu, Ayah. Bukankah
hartamu ini nanti untukku juga?”
“aku akan memberikanmu seekor kuda
jika kau bisa memberikanku sekeping uang emas. Tapi, kau tidak boleh memakai
uang emas dariku. Aku hanya mau menerima uang emas dari hasil kerja kerasmu.”
Putra bangsawan itu kemudian menemui
ibunya. Ia meminta uang emas pada ibunya. Setelah itu putra bangsawan tadi
menyerahkan uang emas tersebut kepada ayahnya.
Namun yang terjadi diluar dugaan. Bangsawan
itu melempar uang emas pemberian putranya kesungai.
“mengapa kau melempar uang itu Ayah?.
Bukankan aku telah memberikan sekeping uang emas seperti yang kau minta?” putra
bangsawan itu tampak kebingungan melihat perbuatan ayahnya.
“Terserah kepadaku akan membuang
uangku kemana saja. Aku tahu, ini adalah uang dari ibumu yang berarti uang
dariku juga.”
Putra bangsawan itupun tahu kalau
ayahnya tidak main-main. Ia kemudian mencari pekerjaan. Selama beberapa minggu
putra bangsawan bekerja sebagai tukang kayu. Hinga akhirnya bisa mendapatkan
sekeping uang emas.
Ketika ayahnya membuang uang emas
pemberiannya, putra bangsawan itupun berlutut memohon kepada ayahnya.”Tolong jangan
kau buang uang itu ayah. Aku telah bekerja keras untuk bisa mendapatkan uang
itu.”
Kali ini, bangsawan itu percaya bahwa
uang emas yang ada ditangannya adalah ahsil kerja keras putranya. Ia pun
memberikan seekor kuda terbaik yang ia miliki kepada putranya.
Hikmah Cerita
Juka ingin sukses, kamu harus bekerja
keras. Belajar dengan rajin juga termasuk kerja keras.
Ref:Damayanti. A (2014)
Dongeng Klasik 5 Benua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar