Di al Jazair, hiduplah seorang gadis bernama Aicha, ia adalah anak
tertua dari empat bersaudara. Ibunya sudah lama meninggal. Sedangkan ayahnya
sering pergi ke kota untuk berdagang.Pada suatu hari, ayah Aicha menggali sebuah lubang untuk di jadikan
sumur yang baru. Namun sayangnya, ayah Aicha harus menghentikan galian karena
ia harus pergi ke kota untuk berdagang.“Jagalah adik-adikmu dengan baik Aicha. Jangan biarkan mereka bermain
disekitar lubang yang ayah gali karena lubang itu sangat dalam. Ayah harus
pergi ke kota sekarang karena persediaan makanan kita sudah menipis. Jadi ayah
harus berdagang supaya mendapat uang banyak dan membeli makanan untuk kita
semua,” pesan ayah Aicha sebelum pergi.Sayangnya, Aicha tidak memeriksa persediaan arang di dapur. Ketika ia
akan memasak, ia tidak menemukan arang. Tentu saja Aicha harus meminjam arang
kepada tetangganya.“Tolong Pinjami aku arang. Nanti kalau ayahku sudah pulang akan aku
ganti,” pinta Aicha kepada tetangganya.Sayangnya, persediaan arang tetangganya juga terbatas. Mereka tidak
bisa meminjamkan arang kepada Aicha. Tingga satu orang harapan Aicha yang bisa
dimintai bantuan. Yaitu penyihir jahat yang tinggal di ujung jalan.Awalnya Aicha takut, tapi demi adik-adiknya, ketakutan itupun hilang. Tentu
saja penyihir itu mau memberi arang kepada Aicha dengan senang hati. Namun diam-diam
penyihir itu memiliki niat jahat, yaitu ingin menjadikan Aicha dan adik-adiknya
bahan pembuat ramuan rahasia.Tapi untunglah, Aicha bisa cepat melarikan diri. Namun penyihir itu terus
mengikuti Aicha, hingga Aicha teringat lubang yang dibuat ayahnya untuk
dijadikan sumur. Aichapun semakin mempercepat jalannya.Ketika sampai di lubang, Aicha segera menutupinya dengan ranting dan
daun dan kemudian ia bersembunyi. Karena tidak memperhatikan jalan, penyihir
itu akhirnya masuk kedalam lubang. Tanpa membuang waktu Aicha langsung membakar
daun dan ranting-ranting yang menutupi lubang. Penyihir itu pun menghilang dari
desa dan tidak pernah terlihat lagi.
Hikmah Cerita
Jadilah anak pemberani, jangan pernah takut pada penyihir ataupun
setan
Ref: Damayanti A(2014), Dongeng Klasik 5 Benua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar