Rabu, 26 Juli 2017

Si Pelupa

Dahulu kala, di kanada, Ada seorang anak kecil yang baik hati. Ia selalu menuruti apa yang slalu diperintahkan oleh orangtuanya. Sayangnya anak ini sering kali lupa. Hingga teman-temannya memanggilnya dengan sebutan si pelupa.
Pada suatu hari, ibu si pelupa menyuruhnya pergi ke toko. “
“Pergilah ke toko dan belikan iu sabun. Ingat ya, beli sabun. Jangan sampai lupa” ujar ibunya.
“Ia bu, aku akan selalu mengingat-ingat sepanjang jalan.
Si pelupa pergi ketoko dengan riang gembira. Di sepanjang jalan ia berkata dalam hati agar tidak lupa dengan apa yang dipesan oleh ibunya.
“sabun.....sabun....sabun.....”
Di tengah jalan, ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi. Si peluoa hampir saja terserempet. Ia pun terkejut dan nyaris terjatuh. Karena panik, si pelupa menjadi lupa apa yang dipesan oleh ibunya.
Si pelupa melanjutkan perjalanannya sambil terus mengingat-ingat apa yang harus ia beli di toko nanti. Ketika hampir sampai di toko, si pelupa belum juga bisa mengingat  apa pesanan ibunya tadi.
Si pelupa terus mengingat-ingat. Hingga ia hampir saja menabrak seorang ibu yang ada didepannya. Ibu itu hampir saja terjatuh. Si pelupa dengan cepat memegang tangan ibu itu agar tidak terjatuh.
“Terimakasih anak baik”. Jalan disini memang licin, lebih licin dari sabun. Seharusnya ibu lebih berhati-hati,” ternyata ibu itu tidak marah.
Kata-kata ibu itu membuat sipelupa teringat apa yang dipesan oleh ibunya. “Aku ingat sekarang, aku harus membeli sabun di toko.”
Ketika sampai di rumah, sipelupa langsung memberikan sabun kepada ibunya.
“Anak ibu sekarang pintar. Tidak lupa lagi apa yang ibu pesan,” iu sipelupa memuji anaknya sebagai ungkapan terimakasih.
“Tentu saja aku tidak lupa. Itu karena aku selalu mengingat pesanan ibu sepanjang jalan menuju toko. Tadi aku hampir saja lupa, untunglah ada seorang ibu yang membantu mengingatkanku.” Si pelupa amat senang atas pujian ibunya.



Hikmah cerita

Supaya tidak mudah lupa, kita bisa mengingat-ingat apa yang harus dilakukan, atau mungkin mencatatnya. Sehingga sewaktu-waktu lupa kita bisa membuka kembali catatan itu. 




Ref: Damayanti, A (2014), Dongeng Klasik 5 Benua

1 komentar:

Makanan gratis

Menurut teman-teman, makanan apa yang paling enak?....  Kalau bagi aku sih makanan yang gratis, enak banget itu.. Siapasih yang dak suka ...